Keyboard Komputer Tak Berfungsi
E-Tafakkur – Malam itu aku tidur di rumah Dudi. Setelah sholat subuh, aku tidur kembali. Tatkala aku terbangun dari tidur kira-kira jam 8.00 pagi, ternyata Dudi sudah berangkat ke universitas, dan cuaca pagi itu lumayan segar. Aku pun bergegas mandi pagi dan setelah berpakaian rapi, akupun kembali ke rumahku, karena aku juga harus berangkat ke kampus karena ada beberapa pekerjaan yang akan aku selesaikan di kampus. Dalam perjalanan dari rumah Dudi ke rumah, aku singgah dahulu di warung buah-buahan. Bagi aku, di musim panas seperti sekarang ini, aku harus banyak makan buah-buahan. Harga buah-buahan di Aligarh ini juga tak terlalu mahal, karena itu kesempatan untuk menikmati buah-buahan selama di India harus dipergunakan sebaik mungkin.
Di rumah, aku lihat keyboard komputerku penuh dengan debu dan memang keyboard computer ini belum pernah dibersihkan selama hampir lima tahun. Akhirnya, aku memutuskan untuk membongkar dan membersihkan keyboard computer terlebih dahulu, karena bila keyboard computer ini dibiarkan terus berdebu dan apalagi umur computer ini sudah cukup tua, maka aku yakin computer akan rentan terhadap penyakit dan akan cepat rusak. Untuk itu, alangkah lebih bijaknya kalau membersihkan computer ini diutamakan dahulu. Lagi pula, bila computer tua ini rusak, tentu saja akan mempengaruhi aktivitas menulisku yang selama ini banyak terbantu oleh computer tua ini.
Aku pun mulai membuka keyboard tersebut secara perlahan, dan sekaligus mengingat posisi dan letak masing-masing komponennya. Aku cabut satu-satu komponen yang ada, dan alhamdulillah debunya lumayan banyak. Untuk komponen-komponen yang tahan air, langsung saja aku masukkan ke dalam baskom kecil dan direndam dengan air. Sedangkan untuk komponen yang tak tahan air, aku sisihkan di tempat yang lebih aman. Tombol-tombol keyboard yang sudah aku lepaskan satu persatu aku cuci dengan air plus deterjen. Setelah semua dibersihkan dan dikeringkan, maka tombol-tombol keyboard berserta komponen-komponen yang lain itu aku pasang kembali seperti semula. Kini, keyboard itu sudah siap dipergunakan kembali.
Komputer aku nyalakan. Keyboard pun dengan “penampilan” yang baru, terlihat lebih berwibawa. Aku tekan satu persatu keyboard itu, dan semua aktif dan ada yang macet. Namun, aku terperanjat kaget ketika aku tekan tombol (-), yang keluar adalah (=). Semula aku yakin, pasti ini dirusak oleh jin dukun sepuh Aligarh ini, Fadhlan Achadan. Dengan semangat ‘bihari’ yang menggebu-gebu, maka aku dengan suka rela harus membuka kembali keyboard yang sudah terpasang dengan rapi ini. Tombol yang salah pasang itu harus segera dirubah posisinya, sebab kalau ini aku biarkan berlarut-larut, bisa jadi pekerjaan lain pun akan jadi tertunda pula. Setelah posisi tombol keyboard itu ditempatkan pada posisinya masing-masing, maka keyboard pun kembali aku pasang seperti semula. Kemudian computer pun kembali aku nyalakan. Menariknya, kini semua tombol-tombol keyboard itu menjadi tak berfungsi sedikitpun.
Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 siang. Keyboard ini aku biarkan saja tak berfungsi. Aku tak boleh terlalu lama bergelimang dengan keyboard ini. Aku duduk santai sejenak sambil menikmati buah-buahan yang aku beli tadi. Air mineral yang dingin itu juga cukup bersahabat menghilangkan rasa haus dan melonggarkan tenggorokan yang kering. Beberapa saat kemudian, akupun berwudhu’ dan kemudian mendirikan sholat zhuhur. Cuaca di luar semakin panas. Dan mata pun mula terasa mengantuk. Setelah sholat zhuhur aku memilih untuk tidur saja. Lumayan nyenyak, terbukti aku baru bangun jam 17.00 sore. Setelah bangun, aku kembali berwudhu’ dan mendirikan sholat ashar.
Keyboard computer masih saja tak berfungsi. Aku mengenakan pakaian olah raga. Pergi keluar dengan tujuan awal hendak jalan-jalan sore seputar kampus yang rindang dipenuhi oleh pepohonan. Tapi di tengah perjalanan, aku tergoda dengan aroma banana shake ice cream. Akhirnya aku “berolah raga” di warung banana shake. Kalau aku meneruskan ‘jalan-jalan’ ke seputar kampus, aku hanya dilindungi oleh daun-daun pepohonan, tapi kalau aku “berolah raga” di warung banana shake, maka aku langsung menikmati buahnya. Setelah merasa puas dengan banana shake, aku kembali ke rumah. Sebelum waktu sholat maghrib tiba, akupun mandi dan kemudian berpakaian rapi untuk melaksanakan sholat maghrib.
Usai sholat aghrib aku kembali mengotak-atik keyboard yang belum berfungsi secara sempurna itu. [Aligarh, 31 Mei 2006]

1 Comments:
Ha ha ha....., lagian kok enggak langsung aja betulin ke teknisi komputer biar cepat bener..., ustadz...ustadz...
Post a Comment
<< Home